Text
Karunia akal yang disia-siakan
Akal merupakan naluri yang diberikan Allah kepada para hambaNya sebagai ujian. Dengan akal, Allah menetapkan hujjah bagi orang-orang dewasa. Dia berbicara sesuai dengan akal mereka. Dengan akal pula, Allah berjanji dan mengancam, memerintah, melarang, serta mendorong, dan menganjurkan. Akal itu naluri. Akal hanya bisa diketahui dengan aktivitas hati dan anggota tubuh. Tidak ada seorangpun yang dapat menggambarkan akal yang ada, baik pada dirinya maupun pada orang lain, kecuali dengan menengok aktivitas hati dan tubuhnya. Akal juga tidak bisa disifati dengan bentuk tertentu dan diukur dengan panjang atau pendek, dirasakan dengan perasaan atau penciuman, diraba, serta dilihat warnanya.
| MRB80031 | 2X7 MOC k | FILSAFAT DAN PENDIDIKAN ISLAM (2X7) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Referensi |
| MRB80032 | 2X7 MOC k | FILSAFAT DAN PENDIDIKAN ISLAM (2X7) | Tersedia |
| MRB80033 | 2X7 MOC k | FILSAFAT DAN PENDIDIKAN ISLAM (2X7) | Tersedia |
| MRB80034 | 2X7 MOC k | FILSAFAT DAN PENDIDIKAN ISLAM (2X7) | Tersedia |
| MRB80035 | 2X7 MOC k | FILSAFAT DAN PENDIDIKAN ISLAM (2X7) | Tersedia |
| MRB80036 | 2X7 MOC k | FILSAFAT DAN PENDIDIKAN ISLAM (2X7) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain